Berawal dari berbagi dalam keterbatasan,

Berawal dari upaya mencari solusi meningkatkan taraf kecukupan gizi warga sekitar hutan jati di Jawa Tengah di tahun 2006, Dudi terpanggil untuk mendalami moringa. Ditunjang latar belakang pendidikannya di pertanian, Dudi mulai melakukan studi literatur terhadap tanaman yang diakui WHO sebagai penyelamat Afrika dari malnutrisi ini.

Tidak mudah mengajak masyarakat Jawa menerima moringa yang memiliki paradigma negatif. Penolakan keras dan bahkan sampai dikucilkan warga membawa Dudi berkelana sampai ke NTT dan NTB. Hanya tekad dan panggilan hatilah yang membawa Dudi terus bertahan membagikan ilmu baik secara langsung pada paguyuban-paguyuban petani maupun melalui karya-karya tulis di media maya.

Tanggapan positif justru datang dari warga perkotaan yang membaca tulisan-tulisan dan e-booknya. Dari sinilah pada tahun 2012 Dudi mulai mendapat titik terang. Dari contoh-contoh produk Moringa yang beredar di beberapa Negara Eropa yang didapatnya, Dudi mulai melalukan uji coba skala kecil. Mencoba memproduksi serbuk serta daun kering dari moringa yang diperolehnya dari warga yang memiliki pohonnya. Perlahan tapi pasti produknya terus mengalami peningkatan dan peningkatan konsumen.

Kegigihan dan perjuangan keras membawa hasil di tahun 2014. Danrem militer Nusa Tenggara sepakat membawa moringa kedalam serbuan teretorial untuk ketahanan pangan setempat. Aksi ini mempercepat penyebaran informasi ke pulau-pulau terpencil. Pemerintah daerah mendukung Dudi untuk memasyarakatkan cara-cara berkebun dan pengeringan yang pada akhirnya menjadikan moringa sebagai komoditas. Dudi pun terdorong untuk membantu pemasaran  dengan mendirikan perusahaan dan membuka perkebunan percontohan di Blora setahun kemudian.

Aktif mengikuti berbagai symposium tingkat dunia dan terus menerus melakukan studi referensi ilmiah dan eksperimen di laboratorium dan juga lapangan, Dudi akhirnya menemukan “Moringa Nutrition Lock Method”. Metode yang diakui secara international mampu menjaga kadar kandungan aktif dalam produk. Metode yang menjadikan moringa Indonesia mampu bersaing dengan Negara-negara lain.

Dudi berharap moringa kini bukan hanya untuk ketahanan pangan, tetapi menjadi produk unggulan Indonesia di kancah dunia.

Link:

  1. Physico-chemical and Antioxidant Properties of Moringa oleifera Seed Oil. H.A. Ogbunugafor et.al.Pakistan Journal of Nutrition.
  2. Determination of Antimicrobial Activity and Resistance to Oxidation of Moringa peregrina Seed Oil. Stavros Lalas , Olga Gortzi Vasilios Athanasiadis John Tsaknis and Ioanna Chinou. Molecules.
  3. Evaluation of the Hepatoprotective E?cacy of Moringa oleifera Seed Oil on Ccl4-Induced Liver Damage in Wistar Albino Rats. Olatosin TM et. al. The International Journal Of Engineering And Science (IJES)
  4. Moringa oil mediated activation of the alyternative cellular energy pathway in the therapy of diseases. US 20110208110 A1.
  5. Analytical Characterization of Moringa oleifera Seed Oil Grown in Temperate Regions of Pakistan. FAROOQ ANWAR,AND M. I. BHANGER. JF0209894
  6. Characterization of Moringa oleifera Variety Mbololo Seed Oil of Kenya. J. Tsaknis ,S. Lalas , V.Gergis , V. Dourtoglou , and V. Spiliotis
  7. Antidiabetic and antioxidant potential of β-sitosterol in streptozotocin-induced experimental hyperglycemia. Gupta R, Sharma AK, Dobhal MP, Sharma MC, Gupta RS. J Diabetes.
  8. A total characterization of Moringa oleifera. Tsaknis J. et. al.